Kenapa Transit Venus Sangat Langka?

| Tri Wahono | Senin, 28 Mei 2012 | 13:20 WIB

Transit Venus 8 Juni 2004

Transit Venus 8 Juni 2004

JAKARTA, KOMPAS.com – Ada beberapa alasan mengapa Transit Venus yang akan terjadipada 6 Juni 2012 menjadi sangat langka dan sayang untuk dilewatkan.

Apalagi fenomena astronomi ini bisa diamati dengan mudah baik dengan mata telanjang atau dengan teleskop mulai dari ukuran paling sederhana. Tentu saja harus dilengkapi pengaman ultraviolet agar radiasi matahari tidak merusak mata.

Transit Venus adalah peristiwa saat posisi planet berada di antara Matahari dan Bumi sehingga akan tampak sebagai titik hitam yang bergerak di muka Matahari.

Alasan pertama, frekuensi terjadinya transit sangat jarang. Dalam satu abad hanya terjadi dua kali transit Venus. Masing-masing dengan jangka waktu 8 tahun, namun peristiwa berikutnya harus menunggu lebih dari seabad, 121 tahun atau 105,5 tahun tergantung periodenya.

Transit Venus terakhir kali terjadi tahun 2004 dan berikutnya akan terjadi 6 Juni 2012. Setelah itu, baru tahun 2117 transit Venus akan kembali terjadi.

Artinya transit Venus mendatang pada 6 Juni 2012 mungkin kesempatan terakhir bagi sebagian besar orang yang hidup saat ini untuk menyaksikannya kecuali berumur panjang lebih dari 100 tahun.

“Satu kata yg cukup enak didengar adalah once in a lifetime. Satu hal yg bisa kita rasakan hanya sekali seumur hidup,” kata Muhammad Rayhan, Ketua Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ) saat talkshow Transit Venus, di @america, Jakarta, yang digelar Kompas.com, Senin (28/5/2012).

Rayhan mengatakan, Venus yang memiliki periode revolusi mengelilingi Matahari rata-rata sekitar 200 hari sementara Bumi yang 365 hari memang akan selalu pada posisi sejajar setiap 19 bulan yang jatug Juni atau Desember.

Namun, tidak setiap kalau terjadi transit Venus. Hal ini karena orbit Bumi dan Venus punya perbedaabN sekitar 3,4 derajat. Posisi sejajar dan lurus hanya terjadi berulang dengan periode 8 tahun, 121 tahun, 8 tahun, dan 105,5 tahun.

Alasan kedua, transit hanya terjadi untuk dua planet inferior atau planet dalam yakni Merkurius dan Venus. Hal ini karena kedua planet itulah yang mungkin melintas di antara Bumi dan Matahari. Sementara planet lainnya tidak mungkin terjadi transit dengan Matahari.

“Karena kedua planet di antara obit Bumi dan Matahari. Mars dan lainnya punya orbit di luar Bumi,” jelas Rayhan.

Ia menjelaskan, Planet Mars dan planet-planet lain yang lebih jauh jaraknya dari jarak Bumi dan Matahari tidak akan bisa menyelinap dan hanya bisa terlihat membelakangi Bumi atau segaris saja.

Alasan ketiga, pada peristiwa transit Venus tanggal 6 Juni 2012, tidak seluruh daerah yang bisa mengamatinya. Beruntung, seluruh wilayah Indonesia masuk dalam wilayah pengamatan.

Wilayah Indonesia Timur dapat mengamati peristiwa tersebut dari awal hingga akhir yang berlangsung sekitar 6 jam. Sementara wilayah Indonesia barat dapat mengamati lebih dari 5 jam.

“Sejak pertama kontak sampai selesai dari Jakarta bisa diamati mulai pukul 05.10 pagi,” kata Rayhan.

Namun, karena pada saat transit dimulai Matahari belum terbit, pengamatan baru bisa dilakukan beberapa menit kemudian hingga berakhir pukul 11.00.

Wilayah Amerika Selatan dan Afrika Barat sama sekali tidak dapat melihat peristiwa tersebut karena saat terjadi masih malam hari di sana.

Di Amerika Utara transit Venus dapat diamati penuh saat matahari akan tenggelam.

Di Eropa utara peristiwa dapat diamati saat awal dan akhir saja, namun saat bagian tengah tidak bisa melihat.

Di Australia dan Selandia Baru hanya dapat mengamati bagian tengah saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s