Stop Bahaya (Asap) Rokok

Rabu, 30 Mei 2012

Tajuk Rencana http://www.suarakarya-online.com

Stop Asap Rokok

Stop Asap Rokok

MEROKOK sangat banyak mudaratnya, semua orang tahu dan menyadarinya, termasuk perokok itu sendiri. Tetapi jika bicara soal larangan merokok, sudah pasti para pecandu rokok akan berkilah, meski yang bersangkutan tahu merokok tidak baik bagi kesehatannya dan bagi orang-orang sekitarnya. Berbagai pembelaan yang tidak logis dan terkesan asal cuap pun muncul, seperi perkataan; “Tidak usah repot-repot melarang orang merokok, tutup saja pabriknya”.
Seseorang yang telah kecanduan rokok tidak hanya merusak dirinya sendiri, tetapi juga dapat berakibat buruk tehadap anak, istri, keluarga, dan orang-orang sekitarnya. Apalagi jika seorang pencandu telah memasuki tahap kritis, merokok sesukanya, tak peduli tempat, waktu. Bahkan tidak sedikit seorang kepala keluarga memilih membeli rokok ketimbang memanfaatkan uangnya untuk membeli susu yang sangat dibutuhklan anak.
Karena itu, stop bahaya asap rokok. Demi kebaikan bersama, baik bagi perokok maupun orang-orang sekitarnya, maka harus ada aturan yang jelas. Beri batasan. Tidak cukup hanya dengan peraturan daerah (perda), peraturan gubernur (pergub), tapi harus diatur undang-undang. Silakan beri tempat bagi perokok, tapi jangan sampai mengganggu dan mengorbankan mayoritas masyarakat yang tidak merokok. Jangan korbankan rakyat hanya untuk mengakomodasi kebiasaan buruk sebagian kecil orang.
Pemerintah harus memperjuangkan kepentingan warga, bukannya mengeksploitasi rakyat demi kepentingan bisnis pihak tertentu. Pemerintah tidak perlu ada jika yang diperjuangkan hanya kepentingan kelompok tertentu dan mengabaikan nasib rakyat. Begitu pun dengan wakil rakyat, harusnya mengedepankan kepentingan rakyat. Terkait masalah rokok, DPR dituntut serius mendorong pemerintah memberlakukan Rancangan Pengaturan Pemerintah (RPP) Tembakau.
RPP terkait dampak rokok bagi kesehatan, upaya menyebarluaskan peringatan bahaya merokok, serta mencegah dan mengurangi bahaya merokok adalah untuk melindungi masyarakat umumnya. Pemerintah dan DPR tak harus ikut-ikutan berwacana mematikan pabrik rokok. Jangan matikan pabrik rokok, tapi lindungi masyarakat agar tidak menjadi korban.
Jika aturan yang dibuat berdampak pada buruh pabrik rokok, itu adalah tugas pemerintah memberimereka lapangan kerja baru. Yang pasti, dengan adanya aturan yang jelas, tak perlu ada lagi razia terhadap masyarakat yang merokok di ruang publik, seperti dilakukan Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLHD) DKI Jakarta terhadap penumpang bus di Blok M Jakarta, kemarin. Tegakkan aturan secara tegas, lengkap dengan sanksi. Jangan biarkan produsen justru pesta pora atas penderitaan masyarakat.
Ingat, seperti diakui pihak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan berbagai aktivis antirokok,
menghirup udara sehat dan bersih adalah hak asasi masyarakat. Jadi, jika ada yang mencemari udara yang mengganggu masyarakat, itu melanggar hak hasasi. Karena itu, pemerintah harus tegas, jangan terbuai rayuan pengusaha atau produsen rokok yang kerap beralasan atas nama tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) justru mempromosikan bagaimana hebat dan bermanfaatnya rokok. Jangan biarkan korban berjatuhan.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s