Keselamatan kerja dalam ruangan laboratorium

Rambu-Rambu dalam Laboratorium Sains
Berikut ini rambu-rambu keselamatan kerja dalam laboratorium.

Awas Api

Awas Api

AWAS API Peringatan untuk berhati-hati mengguna-kan komporgas atau pembakar spiritus yang dapat mengakibatkan kebakaran.

AWAS PANAS Peringatan untuk berhati-hati membawa atau memegang alat-alat/ bahan panas.

AWAS UAP/ASAP Peringatan untuk berhati-hati menggunakan bahan kimia yang menimbulkan uap/asap yang memba-hayakan.

AWAS RACUN Peringatan untuk berhati-hati menggunakan bahan kimia beracun.

ALAT-ALAT TAJAM Peringatan untuk berhati-hati menggu-nakan alat-alat tajam agartidakterluka.

AWAS MELEDAK Peringatan untuk berhati-hati meng¬gunakan bahan kimia yang dapat menim¬bulkan ledakan.

AWAS LISTRIK Peringatan untuk berhati-hati menggu¬nakan alat-alat listrik agartifdakterjadi hubungan pendek.

AWAS BAHAN KIMIA Peringatan untuk berhati-hati meng-gunakan bahan kimia agar tidak tumpah mengenai kulit

Peralatan dan Perlengkapan yang Terdapat dalam Laboratorium Sains
Berikut ini beberapa peralatan yang terdapat dalam laboratorium sains.

  1. Alat ukur, seperti termometer, barometer, respirometer, gelas ukur, stopwatch dan mikrometer sekrup.
  2. Alat-alat dari gelas, seperti tabung reaksi, labu erienmeyer, dan pembakar spiritus.
  3. Alat bantu proses percobaan, seperti pinset, gunting dan pembakar bunsen, mortar, dan alu.
  4. Perlengkapan pendukung atau biasa disebut dengan perkakas yang diperlukan selama bekerja di laboratorium IPA, seperti berikut :
  • Alat pemadam kebakaran, dapat diganti dengan pasir atau pun karung
    goni basah.
  • Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan atau P3K lengkap dengan isinya seperti obat, kasa, plester, obat luka.
  • Alat kebersihan, kayak sapu, pengki atau serokan sampah, kain pel, dan sikat tabung reaksi.

C. Jenis-jenis Bahan Kimia di Laboratorium berdasarkan Sifatnya

  1. Bahan yang dapat mudah sekali terbakar,contohnya seperti alkohol (C2H5OH), eter, spiritus, serta belerang atau sulfur.
  2. Bahan yang dapat mudah sekali menguap, contohnya seperti eter, alkohol, serta spiritus.
  3. Bahan yang tidak sama sekali berbahaya, contohnya seperti amilum atau yang lebih dikenal dengan tepung/pati, glukosa, sukrosa atau gula pasir, air, serta minyak.
  4. Bahan untuk reaksi kimia, contohnya seperti reagen Biuret, reagen Fehling A dan Fehling B, larutan Lugol, larutan iodium dan reagen Benedict.

D. Petunjuk Bekerja dalam Laboratorium Sains

  1. Membaui zat/larutan yang ada dalam tabung reaksi kimia dengan cara mengibas-ngibaskan tangan ke mulut tabung.
  2. Apabila kamu memanaskan tabung reaksi, arahkan tabung reaksi itu menjauh dari wajah dan teman di sekitarmu. Jangan sekali-kali memanaskan tabung reaksi pada satu sisi, gerakkan tabung reaksi dari sisi kanan sisi ke kiri atau dari atas ke bawah.
  3. Apabila mencampur larutan yang sudah dibuat dengan zat tambahan yang dapat menimbulkan reaksi, lakukan lah dengan menggunakan pipet setetes demi setetes melalui tepi atau pinggiran tabung reaksi. Jangan sekali-kali diteteskan langsung pada larutan yang ada dalam tabung reaksi.
  4. Gunakanlah jas lab serta alat perlindungan pribadi saat bekerja di laboratorium kimia, kayak sarung tangan serta kacamata.
  5. Dilarang keras melakukan hal-hal sebagai berikut ketika sedang bekerja di dalam laboratorium.
  • Berlari-lari.
  • Makan dan minum.
  • Mencicipi zat-zat, kecuali sesuai dengan instruksi pengawas lab.
  • Meninggalkan lab dalam keadaan kotor.
  • Membuang sisa zat kimia ke dalam saluran pembuangan air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s