Asam, Basa, Garam

Asam

Nah peserta didik sekalian, bagaimana apakah kalian bisa mengerjakan kuis dengan mudah? Bagus! Berarti kalian sudah memahami beberapa contoh zat yang bersifat asam atau basa.
Sebelum kita mulai mempelajari lebih jauh tentang apa itu asam ?, coba kalian jawab pertanyaan ini: Tahukan kalian benda-benda di sekitar kita yang mengandung asam ? ya benar, antara lain:

• Sengatan lebah mengandung asam format
• Pupuk mengandung asam fosfat
• Bahan pengawet makanan mengandung asam benzoate
• Air aki (accumulator) mengandung asam sulfat
• Cairan pencernakan di lambung (asam lambung) mengandung asam klorida
Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan dalam 2 golongan, yaitu asam organik dan asam anorganik atau asam mineral.
• Asam organik umumnya bersifat asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di alam. Contoh asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan.
• Asam anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif. Karena sifat-sifatnya itulah, maka asam-asam anorganik banyak digunakan di berbagai kebutuhan manusia. Contoh asam sulfat (H2SO4) dipakai sebagai elektrolit aki (accumulator).
Apakah kalian dapat menyebutkan ciri khas asam ?. Ciri asam adalah: rasa masam, dapat membuat warna kertas lakmus menjadi merah, bersifat korosif, bersifat elektrolit,rumus molekul asam selalu terdapat hidrogen (H), dapat melepaskan ion H+.
Contoh reaksi asam melepaskan atom H+

H+, Cl-, 2H+, dan SO4- disebut ion. Ion adalah atom atau gugusan atom yang bermuatan listrik.
Apakah kalian tahu mengapa asam bersifat elektrolit ?. Elektrolit menghasilkan ion, ion inilah yang menghantarkan listrik. Asam klorida merupakan asam kuat, sedangkan asam asetat (HC2H3O) merupakan asam lemah.
Asam klorida (HCl) merupakan elektrolit kuat karena menghasilkan banyak ion, yaitu ion H+ dan ion Cl-. Ion hidrogen inilah yang sesungguhnya membawa sifat asam. Asam asetat (HC2H3O) merupakan elektrolit lemah karena mengandung sedikit ion hydrogen, di dalam satu molekul asam asetat hanya satu atom hydrogen yang dapat lepas menjadi ion hydrogen sedangkan tiga atom hydrogen lainnya tidak.
Indikator Penguji Asam
Kalian telah bisa menguji asam atau basa dengan kertas lakmus. Adakah cara lain untuk mengidentifikasi suatu larutan? Ada beberapa bahan yang bisa digunakan, antara lain: kol merah, kunyit, kertas lakmus, indikator universal, fenolftalein, bunga mawar, dan bunga sepatu. Bila diukur dengan pH meter maka nilai asam besarnya antara 0 sampai dengan 7.

Inginkah kalian bisa menguji zat asam di rumah sendiri dengan menggunakan bahan alami ? Bagus. Sekarang kita membuat indikator alamiah yaitu dengan kol merah, mudah bukan untuk mendapatkan kol merah di pasar.
Mari kita mulai membuat indikator alami dengan kol merah, perhatikan langkah-langkah animasi berikut:

Indikator kol merah ini sekarang sudah siap untuk digunakan. Apakah kalian tahu indikator alami kol merah ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi apa saja ? Ya benar. Indikator alami yang telah kalian buat tadi dapat digunakan untuk mengidentifikasi zat yang bersifat asam, basa, ataupun netral.
Indikator alami kol merah akan memberikan warna yang berbeda jika di berikan pada larutan yang bersifat asam, basa, ataupun netral. Sekarang kalian perhatikan perubahan warna yang terjadi pada masing-masing larutan setelah diberikan indikator kol merah.
animasi

Bagaimana perubahan warna larutan asam, netral, dan basa jika diberi indikator kol merah ? Ya benar.
• Warna larutan asam akan berubah menjadi warna merah muda.
• Warna larutan netral akan berubah menjadi warna merah keunguan (sesuai dengan warna indikator)
• Warna larutan basa akan berubah menjadi warna hijau

Basa

 

Nah peserta didik sekalian, bagaimana apakah kalian sudah bisa mengetahui ciri-ciri dan sifat asam? Bagus! Sekarang kalian lanjutkan untuk mempelajari ciri-ciri dan sifat basa.
Sebelum kita mulai mempelajari lebih jauh tentang apa itu basa ?, coba kalian jawab pertanyaan ini: Tahukan kalian benda-benda di sekitar kita yang memiliki sifat basa ? ya benar, antara lain:

image

Di dalam kehidupan sehari-hari basa sering dimanfaatkan karena dapat bereaksi dengan lemak khususnya basa kuat untuk membuat sabun. Pernahkah kaliam mencuci piring dengan abu gosok?. Sebagaimana kalian ketahui, lemak dan minyak tidak larut dalam air. Basa yang terkandung dalam abu gosok akan bereaksi dengan lemak dan minyak yang terdapat pada piring misalnya, sehingga dapat dalam air. Meskipun demikian untuk mencuci piring atau panci yang sangat berminyak perlu menggunakan sabun.
Apakah kalian dapat menyebutkan ciri basa ?. Basa merupakan senyawa yang dapat menetralisir asam, basa mempunyai rasa pahit, mengubah warna lakmus merah menjadi biru, larutan basa terasa licin dan kalau mengenai kulit kita seperti berlendir.
Kebanyakan basa adalah mineral yang bereaksi dengan asam menghasilkan air dan garam. Basa meliputi oksida, hidroksida, dan karbonat logam.
Contohnya:
• Natrium hidroksida (NaOH)
• Kalium Karbonat (CaCo3)
• Kalium Oksida (K2O)
Ciri khas basa adalah rasa pahit, licin, bersifat elektrolit, di dalam air menghasilkan ion OH-.
Contoh reaksi basa melepaskan atom OH-

image

Na+, OH-, dan K+ disebut ion. Ion adalah atom atau gugusan atom yang bermuatan listrik.

Natrium Hidroksida (NaOH) merupakan basa kuat karena dalam larutan menghasilkan banyak ion hidroksil. Kalium Hidroksida (KOH) merupakan basa lemah karena dalam larutan menghasilkan sedikit ion hidroksil.

Indikator Penguji Asam
Kalian telah bisa menguji asam atau basa dengan kertas lakmus. Kertas lakmus akan berubah warna menjadi biru bila terkena larutan basa. Adakah cara lain untuk mengidentifikasi suatu larutan? Ada beberapa bahan yang bisa digunakan, antara lain: kol merah, kunyit, kertas lakmus, indikator universal, fenolftalein, bunga mawar, dan bunga sepatu. Bila diukur dengan pH meter sifat basa memiliki nilao pH antara 7 sampai dengan 14.

image

Inginkah kalian bisa menguji larutan basa di rumah sendiri dengan menggunakan bahan alami ? Bagus. Sekarang kita membuat indikator alamiah yaitu dengan kol merah, mudah bukan untuk mendapatkan kol merah di pasar.

Mari kita mulai membuat indikator alami dengan kol merah, perhatikan langkah-langkah animasi berikut:

video

Indikator kol merah ini sekarang sudah siap untuk digunakan. Apakah kalian tahu indikator alami kol merah ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi apa saja ? Ya benar. Indikator alami yang telah kalian buat tadi dapat digunakan untuk mengidentifikasi zat yang bersifat asam, basa, ataupun netral.

Indikator alami kol merah akan memberikan warna yang berbeda jika di berikan pada larutan yang bersifat asam, basa, ataupun netral. Sekarang kalian perhatikan perubahan warna yang terjadi pada masing-masing larutan setelah diberikan indikator kol merah.

animasi

Bagaimana perubahan warna larutan asam, netral, dan basa jika diberi indikator kol mera ? Ya benar.

  • Warna larutan asam akan berubah menjadi warna merah muda.
  • Warna larutan netral akan berubah menjadi warna merah keunguan (sesuai dengan warna indikator)

Warna larutan basa akan berubah menjadi warna hijau

Garam

Nah peserta didik sekalian, bagaimana apakah kalian telah memahami ciri dan sifat asam maupun basa ? Bagus! Berarti kalian sudah memahami beberapa contoh zat yang bersifat asam atau basa.
Sebelum kita mulai mempelajari lebih jauh tentang apa itu garam ?, coba kalian jawab pertanyaan ini: Tahukan kalian benda-benda di sekitar kita yang mengandung garam ? ya benar, antara lain:

image

Nah peserta didik sekalian ternyata garam itu banyak ya. Tetapi jika kalian mendengar kata ”garam”, biasanya yang terbayang pada benakmu adalah garam dapur. Garam dapur memang merupakan salah satu contoh garam.
Pernahkah kamu melihat orang yang sakit perut (maag dan sejenisnya)? Tahukah kamu mengapa orang yang sakit maag minum obat sakit maag  atau antacid?. Orang mengalami sakit perut disebabkan asam lambung yang meningkat. Untuk menetralkan asam lambung (HCl) digunakan antacid. Antacid mengandung basa yang dapat menetralkan kelebihan asam lambung (HCl). Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan, seperti asam dan basa cenderung bereaksi membentuk zat baru. Bila larutan asam direaksikan dengan larutan basa, maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion OH- dari basa membentuk molekul air.
H+ (aq) + OH- (aq)                   H2O (ℓ)
Asam     Basa                       Air
Karena air bersifat netral, maka reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan.
Apakah terjadi reaksi antara ion negatif dari asam dan ion positif logam dari basa? Ion-ion ini akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam. Bila garam yang terbentuk ini mudah larut dalam air, maka ion-ionnya akan tetap ada di dalam larutan. Tetapi jika garam itu sukar larut dalam air, maka ion-ionnya akan bergabung membentuk suatu endapan.
Peserta didik sekalian, tahukan apa yang dinamakan reaksi penggaraman ?. Reaksi penggaraman adalah reaksi asam dengan basa karena membentuk senyawa garam. Terdapat 9 reaksi penggaraman, tetapi di Sekolah Menengah Pertama hanya mempelajari salah satu saja yaitu: asam + basa menjadi garam dan air.
Mari kita simak contoh reaksi pembentukan garam berikut!
Asam      +      Basa                                         Garam        +     Air

    Asam klorida  +  Natrium hidroksida                Natrium klorida     +     air
HCl (aq)           +        Na OH (aq)                             Na Cl (aq)         +    H2O (ℓ)
Asam                        Basa                                    Garam                   Air

Walaupun reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan, tetapi hasil reaksi (garam) tidak selalu bersifat netral. Sifat asam basa dari larutan garam bergantung pada kekuatan asam dan basa penyusunnya.

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral, disebut garam normal, contohnya NaCl dan KNO3. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam dan disebut garam asam, contohnya adalah NH4 Cl. Garam yang berasal
dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa dan disebut garam basa, contohnya adalah CH3COONa. Contoh asam kuat adalah HCl, HNO3, H2SO4. Adapun KOH, NaOH,
Ca(OH)2 termasuk basa kuat.
Peserta didik sekalian, masih ingatkah garam yang telah dikenal dalam kehidupan sehari-hari ? Perhatikan tabel berikut. Apa sajakah garam yang ada dalam kehidupan kita?

tabel

Peserta didik sekalian, setelah mempelajari tentang garam dapatkah kalian menyebutkan ciri-ciri garam ? Ya, Ciri-ciri garam diantaranya:
• Dalam larutan garam melepaskan ion positif dan ion negatif.
• Garam terbentuk dari reaksi penggaraman, yaitu reaksi asam dan basa.
• Garam merupakan senyawa ion.
Garam dapat digunakan dalam:
• bidang pertanian
• bidang kesehatan
• rumah tangga
• konstruksi bangunan
• pembuatan logam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s